Isi Kursus
Komitmen Belajar untuk Berkembang
A. Dasar Konseptual Asesmen
Materi ini menanamkan pemahaman bahwa soal bukan sekadar alat memberi nilai, melainkan bagian penting dari proses pembelajaran. Guru diajak menggeser paradigma dari “menguji hafalan” menuju mengukur pemahaman dan proses berpikir murid. Dalam sesi ini, guru mempelajari perbedaan karakteristik soal hafalan dan soal bermakna, serta memahami prinsip asesmen yang adil, objektif, dan berpihak pada keberagaman murid, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
0/3
B. Penyusunan Soal Berbasis Tujuan Pembelajaran
Pada materi ini, guru berlatih menyusun soal secara terarah dan bertanggung jawab, dimulai dari tujuan pembelajaran. Guru mempelajari cara menurunkan tujuan pembelajaran menjadi indikator soal yang jelas dan terukur, memilih kata kerja operasional yang tepat, serta menyusun kisi-kisi soal sebagai peta agar soal tetap selaras dengan tujuan, materi, dan tingkat kemampuan murid.
0/3
C. Soal untuk Murid Inklusi, Reguler, dan Superior
Materi ini membekali guru dengan keterampilan menyusun soal yang inklusif dan berdiferensiasi. Guru memahami prinsip penyusunan soal yang ramah bagi murid berkebutuhan khusus, melakukan penyesuaian bahasa, stimulus, dan tuntutan kognitif tanpa menghilangkan esensi pembelajaran. Selain itu, guru mampu merancang variasi soal bagi murid reguler dan murid berkemampuan tinggi (superior), serta menghindari bias dan bentuk diskriminasi yang dapat merugikan murid tertentu.
0/4
D. Teknik Menulis Soal Jenjang SD
Pada sesi ini, guru mempelajari teknik praktis menulis berbagai bentuk soal SD, seperti pilihan ganda, isian, dan uraian sederhana. Guru dilatih menyusun stimulus kontekstual yang dekat dengan kehidupan anak, serta menulis opsi jawaban yang jelas, logis, dan tidak menyesatkan. Materi ini menekankan keterampilan teknis agar soal mudah dipahami murid namun tetap bermakna secara akademik.
0/3
E. Analisis Kualitas Soal Dasar
Materi ini mengajak guru untuk merefleksikan dan meningkatkan kualitas soal yang telah disusun. Guru belajar mengecek kesesuaian antara indikator dan soal, mengidentifikasi soal yang terlalu mudah atau terlalu sulit, serta melakukan analisis sederhana tingkat kesukaran dan kejelasan soal. Hasil analisis digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki soal berdasarkan respons nyata murid, sehingga asesmen menjadi alat belajar yang terus berkembang
0/4
Level 1 | Menyusun Soal Bermakna di Jenjang Sekolah Dasar

 

0% Selesai

Selamat Datang

Silakan Login